Ngopi Bareng Kepala Sekolah
Tak terasa sudah 5 tahun berlalu saya dan teman-teman lulus dari SMA/MA (Madrasah Aliyah). Kenangannya masih terasa, lantaran beberapa dari mereka seperguruan tinggi dengan saya. Entah apa saja yang sudah kami lakukan 3 tahun di Madrasah Aliyah Raadhiyatan Mardhiyyah (RM) Putra Balikpapan. Waktu seperti telah berpacu meninggalkan memori indah bersama guru-guru kami.
Salah seorang guru yang cukup melekat diingatan ialah kepala sekolah kami. Ustadz Amir Abdullah Sapaan akrab beliau. Perawakannya yang gagah serta sikapnya yang tegas membuat kami sangat segan terhadap Ustadz Amir. Namun untuk menjadi teman obrolan, beliau adalah orang yang tepat. Sebab disamping ilmu nya yang cukup luas, beliau juga memiliki pengalaman mengabdi selama 20 tahun. Jadinya kami tetap nyaman bertukar pikiran dengan beliau.
Saat semester 3 saya dan teman teman sudah mendengar kepindahan beliau ke Madiun. Namun belum ada kesempatan untuk bersua. Akhirnya tepat hari ini beliau mengadakan rapat tim pendidikan Hidayatullah di Surabaya. Tak menunggu lama, aku langsung menghubungi teman yang lainnya untuk "merapat" Di Warkop (Warung Kopi) terdekat untuk sedikit banyak mengambil spirit pengabdian beliau. Kondisi kami yang sudah berada di Puncak akhir semester mengharuskan kami untuk segera mencari bekal sebanyak mungkin. Penugasan di daerah tidaklah mudah, akan tetapi bukan berarti sulit untuk dijalani. Menurut nasihat kebanyakan ustadz ialah intinya nikmati saja prosesnya. Selama Allah masih ada dan pekerjaan yang kita kerjakan ialah untuk menegakkan Kalimat "La Ilaaha Illallah", maka hidup kita sudah tercatat dalam Asuransi dari Allah SWT.
Malam semakin jauh mengejar gelap, kami masih asik bercengkrama dengan ustadz Amir. Yang juga membuat kami cukup nyambung dengan beliau sebab Ustadz Amir juga se-Almamater dengan kami. Bisa dibilang beliau adalah kakak semester yang jaraknya jauh sekali. Saat ini beliau diamanahkan menjadi kepala Yayasan Darul Madinah Hidayatullah Madiun. Yang sebelumnya beliau sempat menjabat menjadi kepala sekolah selama 3 tahun. Banyak sekali nasihat beliau sewaktu kami di Balikpapan dahulu. Salah satu yang masih saya ingat sampai sekarang ialah beliau pernah berkata seperti ini, " Jadilah seperti tangga. Yang terus naik dari satu level ke level selanjutnya. Jangan jadi seperti pipa, yang masuknya nol keluar juga nol". Maksudnya ialah kita mesti menempa diri kita seperti tangga. Semakin hari semakin bertambah baik ibadah, ilmu maupun pengalaman. Jangan malah seperti pipa. Dari ujung ke ujung hanya nol. Tidak ada perubahan sama sekali.
Melihat senyum beliau serta gaya bicaranya, kami merasa kembali seperti Aliyah lagi. Tabarakallah Ustadz.

Komentar
Posting Komentar