"Berharap pada Allah".
Beberapa waktu lalu, sengketa pilpres Indonesia 2019 menemukan titik terang. Bagaimana tidak, sidang yang berlangsung di gedung mk itu cukup memanas. Antara tim 01 sebagai terdakwa, harus berhadapan dengan tim 02 sebagai pendakwa. Segenap pengurus kpu dan bawaslu pun turut hadir dalam sidang tersebut.
Bagi pendukung pihak yang menang tentu saja puas atas hasil sidang. Namun, tidak dengan pendukung pihak yg kalah. Kecewa pasti dirasakan oleh segenap pendukung oposisi. Bagi saya itu tak masalah. Hanya saja perlu diketahui bahwa, kita pasti akan kecewa ketika menaruh harapan besar pada manusia. Itu sudah menjadi hal yang biasa. Bagi yang menyerahkan seluruh urusan kepada Allah, tentunya mereka takkan pernah kecewa, apalagi putus asa. Mengapa bisa demikian?. Jawabannya adalah karena mereka tahu, bahwa semua yang terjadi di dunia ini sudah menjadi suratan takdir. Tapi harus diingat, bahwa yang telah terjadi belum tentu Allah Ridho. Sedangkan yang diridhai Allah sudah pasti terjadi.
Masih teringat diingatan kita, pada saat zaman dahulu. Tatkala Allah menakdirkan Seorang yang sangat angkuh untuk menjadi penguasa, dialah firaun. Sudah tentu Allah tak Ridho atas kekuasannya itu. Ia bahkan congkak dan sombong. Sampai-sampai menganggap dirinya sebagai tuhan, naudzubillah.
Oleh karenanya jangan pernah menaruh harapan besar pada manusia. Pasti kita semua sudah tau akhirnya akan seperti apa.

