Macron dan Islamophobia yang Berbahaya


Islam adalah syari’at yang diturunkan kepada umat manusia dimuka bumi ini agar mereka beribadah kepada-Nya. Penanaman keyakinan terhadap Tuhan hanya bisa dilakukan melalui proses pendidikan baik di rumah, sekolah maupun lingkungan. Pendidikan Agama Islam merupakan kebutuhan manusia yang dilahirkan dengan membawa potensi dapat dididik dan mendidik sehingga mampu menjadi khalifah di muka bumi, serta pendukung dan pemegang kebudayaan

 Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada para Rasul sebagai hidayah dan rahmat Allah bagi umat manusia sepanjang masa, yang menjamin kesejahteraan hidup material dan spiritual, dunia, dan ukhrawi. Agama Islam yaitu agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi akhir zaman. Ajaran yang diturunkan Allah tercantum dalam Al-Quran dan Sunnah Nabi yang Shahih (Maqbul) berupa perintah, larangan dan petunjuk untuk kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang meliputi bidang aqidah, akhlaq, ibadah, dan muamalah duniawiyah.

Dalam kehidupan dunia ini menuju kehidupan akhirat nanti, pada hakikatnya Islam dapat dirasakan, diamati, ditunjukkan, dibuktikan, dan membuahkan rahmat bagi semesta alam sebagai amanah manhaj kehidupan (sistem kehidupan) apabila sungguh–sungguh secara nyata diamalkan oleh pemeluknya. Dengan demikian, Islam menjadi sistem keyakinan, sistem pemikiran, dan sistem tindakan yang menyatu dalam diri setiap muslim dan kaum muslimin sebagaimana menjadi pesan utama risalah dakwah Islam.

Ummat islam diajarkan untuk saling menghormati satu sama lain. Apalagi terhadap agama selain Islam. Terbukti pada saat pembebasan gereja Hagia Sophia oleh Sultan Muhammad Al-Fatih di Turki, mereka hanya membunuh para penentang Islam saja. Sementara para wanita, serta anak-anak tidak di sentuh sama sekali. Saat pertama kali menginjakkan kaki nya di Hagia Sophia Sultan Muhammad Al-Fatih terkagum akan kemegahan bangunannya. Akhirnya ia memerintahkan bahwasanya siapa yang ingin keluar dari Hagia Sophia maka aka  diantar dalam keadaan selamat.

Mirisnya kebaikan tak selalu membuahkan hasil yang baik pula. Kadang juga orang membalasnya dengan air tuba.

Beberapa waktu lalu dunia digemparkan oleh seorang pemimpin negara Perancis, yakni Emanuel Makron. Sang presiden telah melecehkan agama Islam secara terang – terangan. Yakni dengan mendukung pembuatan kartun Baginda Nabi Muhammad SAW. Padahal sudah jelas dalam ajaran islam, tidak boleh menggambarkan wajah Nabi Muhammad baik dalam film ataupun karya seni. Di dalam sebuah akun twitternya, Emanuel Macron menulis "Mereka menyebut saya bahwa saya 'mendukung kartun yang menghina Nabi'. Saya mendukung kemampuan menulis, berpikir, dan menggambar dengan bebas di negara saya, itu adalah hak dan kebebasan kami. Saya menyadari ini bisa mengejutkan," katanya sebagaimana ditulis di akun @EmmanuelMacron.

Hal ini menuai banyak kontroversi. Tak tanggung – tanggung, Recep Tayyip Erdogan sang Presiden Turki mengecam tindakan rasis Macron tersebut. Ia mengatakan  "Turki memiliki sikap permusuhan terhadap sekutu NATO," katanya dalam sebuah wawancara dengan Al-Jazeera yang disiarkan Sabtu (31/10) seperti dikutip dari AFP. Dia mengatakan bahwa Prancis menginginkan segala sesuatunya "tenang". Karena itu dia menyerukan Erdogan menghormati Prancis, menghormati Uni Eropa, serta menghormati nilai-nilainya, juga tidak berbohong dan tidak melontarkan hinaan.

Dia mencatat bahwa Prancis telah menyampaikan belasungkawa kepada Turki setelah gempa mematikan di Laut Aegea. Prancis juga menawarkan mengirim bantuan ke lokasi bencana. Dalam kesempatan itu, Macron juga menyinggung intervensi Turki di Suriah, Libya dan Mediterania. Dia menyebut intervensi Turki di Suriah sebagai sesuatu yang mengejutkan. Macron menilai campur tangan Turki di negara itu merupakan agresi bagi sekutu NATO.

Kata dia, Ankara tidak menghormati embargo senjata di Libya, serta menunjukkan sikap sangat agresif di Mediterania timur. "Saya perhatikan bahwa Turki memiliki kecenderungan imperial di kawasan dan saya pikir kecenderungan imperial ini bukanlah hal yang baik untuk stabilitas kawasan, itu saja." Ketegangan antara Prancis dan Turki memuncak akhir pekan lalu ketika Erdogan mempertanyakan kesehatan mental Macron yang dipicu pernyataannya yang membela publikasi kartun Nabi Muhammad dan menghina Islam. Prancis merespons dengan memanggil duta besar mereka di Ankara. Namun pada hari Sabtu, Menteri Luar Negeri Jean-Yves Le Drian mengatakan Prancis akan mengirim kembali duta besar ke Ankara setelah absen sepekan. Le Drian mengatakan kepada penyiar RTL bahwa Turki dengan sengaja memanfaatkan pemenggalan guru di Paris untuk meluncurkan kampanye penuh kebencian dan fitnah terhadap Prancis. Paul Pogba, seorang pesepak bola muslim yang bermain untuk timnas Perancis menyatakan pengunduran diri dari timnas Perancis. Hal ini merupakan reaksi atas tindakan semena – mena Emanuel Macron.

Reaksi dari negara – negara timur tengah pun mulai kelihatan. Sebut saja sebuah restoran di kuwait, yang memasang wajah Emanuel Macron pada alas kaki di depan pintu masuknya. Ummat Islam di Indonesia pun tak mau ketinggalan. Bapak Presiden Jokowi ikut mengecam tindakan Macron yang dapat mengakibatkan perang antar agama. Beberapa ormas Islam di Indonesia turut menyayangkan tindakan presiden Perancis yang baru berusia 42 tahun tersebut.

Yang cukup menarik dan menjadi trending pembahasan masyarakat twitter tentang opini akun resmi twitter @na_dirs yang mengatakan bahwa “tidak ada karikatur Nabi. Memangnya tahu wajah nabi seperti apa? Terus orang lain bikin karikatur dan itu diklaim karikatur Nabi, kalian percaya?. Lantas marah – marah? Penghinaan ? Mbok ya Mikirr. Sontak twit ini mendapat banyak balasan yang menohok. Para masyarakat twitter mulai meyerang akun tersebut. Dan yang paling mencolok yakni balasan twit dari @Doni Riw. Ia mengatakan bahwa “Aku tidak tahu wajah bapakmu. Terus aku gambar anjing dan aku klaim itu wajah bapakmu. Kamu percaya wajah bapakmu seperti itu?. Lantas marah- marah?. Penghinaan?. Mbok ya mikir.

 


Komentar

Postingan Populer