University of Life
Mengenyam pendidikan 4 tahun di surabaya terasa begitu cepat. Jarak 2017 menuju 2021 seakan hanya menghitung bulan. Padahal masih sayup-sayup ku dengar nasihat ibu di tahun 2017 tatkala melepas kepergianku untuk kuliah di kota Pahlawan. Ini merupakan kali pertama aku menginjakkan kaki di tanah Jawa. Yang menurut kebanyakan orang pulau yang paling disejahterakan oleh pemerintah, lantaran dekat dari pusat ibukota.
Akhir dari keseruan bersama sahabat-sahabat terbaikku. Semenjak menggarap skripsi kemarin, kami sudah kelihatan sibuk dengan urusan masing-masing. Ya walaupun ada beberapa teman yang saling membantu menyelesaikan tugas akhir. Puncaknya pada 11 September yakni wisuda dan penugasan. Owh iya, kampusku memang agak sedikit berbeda dari kampus-kampus lain. Mungkin di kampus lain ketika lulus masih mencari pekerjaan kesana kemari. Sedangkan di kampusku, terdapat sebuah program penugasan wisudawan. Guna untuk menambah dan mengembangkan sumberdaya di lembaga kami.
Tepat hari pembacaan SK, diriku sedang tidak terlalu sehat. Namun momen itu adalah momen yang sakral. Sebuah upacara yang menjadi perhelatan dimulai. Acara itu dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama yakni prosesi acara wisuda. Sesi kedua adalah pembacaan surat keputusan penugasan serta pengalungan sorban di leher. Hatiku memang sudah cenat cenut semenjak seminggu sebelum hari - H. Sebab tidak tahu sama sekali akan ditempatkan di daerah mana. Apa masih bisa bertahan hidup di daerah tersebut. Akan tetapi aku teringat perkataan budayawan ulung Sujiwo Tedjo, ia mengatakan bahwa menghina Tuhan yang paling sederhana ialah kamu takut kalau besok tidak bisa makan.
Singkat cerita, namaku dipanggil di urutan ketiga. Perlahan diriku maju ke panggung untuk disematkan sorban. Perlahan ku dengar MC menyebutkan kota Balikpapan. Ah, kota ini sangat populer dalam kehidupanku. Kota yang menjadi awal dari perjalanan panjang perantauanku. Lalu teman-teman yang lain juga di tempatkan di pelosok negeri. Ada Ahmad yang ditugaskan di pulau mentawai Sumatera Barat. Ada juga Rio Anggiri yang ditugaskan di Banda Aceh. MasyaAllah semuanya sudah mendapatkan amanah masing-masing. Selanjutnya ialah bagaimana konsisten dalam garis komando saja.
Dipersembahkan untuk Angkatan tercinta, Ghuroba Squad 2017
Balikpapan Senin 07.00 WITA menjelang apel pagi Murid MI


Komentar
Posting Komentar