Kenapa Harus Disini? Part 1
Beberapa kehidupan diciptakan untuk dijalani saja atau sekaligus dinikmati?. Jika dijalani saja, lantas apa yang istimewa dari kehidupan itu?. Ataupun sekaligus dinikmati, dimana letak kenikmatannya?. Pertanyaan-pertanyaan diatas terus terngiang-ngiang di dalam pikiran liarku. Mungkin aku se gabut ini untuk menuliskan sepatah dua kata agar kehidupan yang aku jalani dapat ku pahami dengan baik dan tentunya tidak merugikan orang lain.
Kehadiranku di Tempat ini menjadi awal mulanya semua kehidupan baruku. Meskipun ini tempat yang bukan kali pertama aku disini, namun nuansa yang kurasakan sungguh sangat berbeda di sewaktu 2011 silam. Tanpa disadari, aku mulai menjadi orang yang pragmatis. Sosok yang tak pernah mau melewati proses untuk sampai di titik goal yang diinginkan.
Jika diibaratkan seperti sebuah kapal. Maka akulah kapal tanpa nahkoda. Tak punya kompas serta tidak memiliki pelabuhan tujuan yang jelas. Mungkin otakku sedikit liar dan tak mau berkompromi dengan keadaan. Namun entah kenapa hati kecilku kali ini mulai tersentuh akan peringatan-peringatan dan berbagai kritik yang menghujam. Padahal dulunya aku sangat memegang teguh prinsip bersikap bodoh amat. Namun faktanya seni bersikap bodo amat itu mesti diterapkan pada Kondisi-kondisi tertentu.
Bersambung....
Menjelang Isya, 19|02|2022


Komentar
Posting Komentar