Yang Terlihat tak selalu Yang Sebenarnya
(Ket foto : Telaah soal dan kisi-kisi Assessmen Madrasah Mapel PAI dan Bahasa Arab MI Se - Balikpapan)
Ada ada yang bilang masa-masa yang paling indah ialah masa-masa saat kita SMA ya walaupun banyak suka dukanya namun paling tidak ketika kita melihat banyak film tentang anak SMA kita akan merasa seperti kembali ke masa-masa itu. Rasanya seperti kita berada dalam posisi itu lagi. Sewaktu SMA atau setingkat Madrasah Aliyah dahulu saya sering memperhatikan beberapa guru yang mengajar. Mungkin sejak itu saya tau satu hal tentang diri saya. Terkadang saya menganalisa sesuatu baik itu orang, benda ataupun suatu keadaan kemudian nanti saya menarik kesimpulan sendiri, begitu kira kira. Dan menurut saya pada waktu itu, saya membayangkan betapa enaknya jadi guru. Datang mengajar, menjelaskan materi di papan tulis. Atau jika tidak langsung menggunakan proyektor untuk presentasi materi lalu dijelaskan sedikit, lalu menutup pelajaran. Pikiran itu muncul mungkin karena kegiatan kami waktu itu cukup padat. Maklumlah, anak asrama memang harus diberi kegiatan, supaya malamnya langsung tidur karena kelelahan. Nah sejak saat itu saya memandang seorang guru itu selalu merasakan hal hal yang nyaman. Sudah kerjanya cuman begitu digaji pula, begitu pikir saya waktu itu.
Namun itu semua berbeda ketika tepat hari ini, kali kedua saya mengikuti bimbingan teknis (bimtek). Yang pertama sama mengikuti bimtek implementasi kurikulum 2013. Nah mungkin waktu itu saya belum terlalu menyadari akan ribetnya menjadi guru. Namun di hari ini saya sungguh mengakui, mungkin sampai ada yg mengatakan guru pahlawan tanpa tanda jasa. Atau bahkan seperti dalam spesial show bang Abdur Arsyad, seorang komika asal NTT yang bertajuk, Pahlawan perlu tanda jasa. Ya, mungkin karena zaman sekarang muri suka seenaknya saja sama guru, makanya beliau membuat show itu. Nah, kembali lagi ke permasalahan menjadi guru tadi. Saya dalam kelompok bimtek tadi masuk dalam grup KKG (Kelompok Kerja Guru) Akidah Akhlak. Lalu saya mulai mendengarkan pemateri menyampaikan presentasi tentang cara membuat soal. Sekilas saya merasa seperti asing dengan istilah istilah itu. Karena memang saya masih terlalu dini untuk menjadi guru.
Hampir banyak istilah baru yang saya tahu dalam penjelasan tersebut. Akhirnya kami diminta untuk Langsung praktek membuat soal. Sambil mengutak-atik laptop saya berbincang dengan teman di samping saya. Dia langsung bertanya kepada tentang tahun lahir saya. Dengan spontan saya mengatakan "1999 Ustadzah". Sontak dia terheran-heran. Saya pun bertanya balik, "kalau sampeyan kelahiran berapa ustadzah?". Beliau menjawab dengan santai "saya kelahiran 1987". Waduh , padahal dalam pikiran saya tadi mungkin beliau kelahiran 1994/1993. Ternyata diluar dugaan saya. Soalnya wajah beliau belum terlihat tua sama sekali. Atau mungkin wajah saya yang boros ya, hehehehe. Usut punya usut beliau sudah mengajar sejak 2008. Wah, kacau ibu ini. Saat itu saya masih bocil kelas 3 SD bu (dalam hati saya). Dan ternyata beliau juga kebingungan untuk membuat soal yang tadi sudah dijelaskan oleh pemateri. Waduh, kalau kata orang Jawa "angel wes", Beliau yang 15 tahun mengajar saja masih kebingungan, bagaimana saya baru seumur jagung ini. Tak lama mata saya menyapu sekeliling, benar saja kebanyakan semuanya sudah berkeluarga, bahkan ada yang menggendong anaknya saat sedang bimtek.
Mungkin agak sedikit lebay sih, tapi yah memang begitu adanya. Guru yang mengajar kita saat ini tidak serta merta langsung hebat begitu saja. Ternyata mereka ditempa oleh bimtek, pelatihan, dan berbagai benturan lainnya sehingga mampu menyalurkan ilmu dengan baik dan bisa dipraktekkan oleh murid di dalam kehidupan sehari-hari. Saya sadar sekarang, ternyata quotes yang biasa ada di buku tulis dahulu benar adanya , "You'll Never Know Till You have tried" dan itu yang saya rasakan saat ini. Entah karena memang saya sudah terlanjur basah di dunia guru atau mungkin karena alasan lainnya, namun saya mesti tetap berenang di dalam lautan ini. Masih banyak samudera yang akan kami temui kedepannya.
- Menjelang tidur di Ruang Madrasah


Komentar
Posting Komentar