Jangan Malu Untuk Bertanya
( Image Source : Pinterest )
Puasa ke - 10
Ini kali pertama saya puasa di lingkungan pesantren. Tahun lalu beberapa hari sebelum puasa saya meminta izin untuk menjenguk adik di Magetan. Sedangkan semasa santri dahulu pun kalau tidak pulang kampung, biasanya saya menjadi "Mujahid Ramadhan". Membantu badan amil zakat pesantren untuk ikut andil dalam mengumpulkan harta para Muhsinin.
Saat sedang asyik berselancar di medsos, pintu kamar saya diketuk oleh seorang. "Tok tok tok", terdengar suara subhan diluar mengucap salam. Subhan merupakan teman pengabdian saya di MI RM Putra. Sejurus kemudian saya pun membukakan pintu seraya menjawab salamnya. "Ayo isi air didepan" ajak Subhan. Tanpa pikir panjang saya langsung mengunci pintu kamar lalu mengambil sandal dan mengikuti Subhan. Subhan memberikan kunci motor kepada kepada saya untuk membawa motornya. Motor Shogun 125 RR Keluaran 2010 second milik nya itu sedang terparkir di bawah pohon dekat sekolah.
Kemudian kami berdua mengendarai motor ke depo air minum milik pesantren Hidayatullah Balikpapan. Sejak kemarin saya sudah memperhatikan air minum kami di madrasah sudah semakin sedikit. Untungnya subhan mengingakan untuk mengisinya. Kami membawa 2 galon. 1 galon di depan dan 1 lagi di belakang sambil dipegang Subhan. Saya membonceng nya kembali ke madrasah untuk menaruh air galon tersebut di dispenser. Setelah itu saya meminjam motor Subhan untuk ke pasar membeli takjil sebentar. Kata Subhan tadi setelah dia service motor sudah sekalian dia membelikan takjil. Namun kelihatannya masih kurang untuk kami bertiga di madrasah.
Jangan Malu untuk bertanya
Saya lalu membawa motor Subhan menuju pasar yang terletak tidak jauh dari pesantren. Cuaca sedikit mendung pertanda hujan sebentar lagi akan turun. Tanpa pikir panjang saya menarik gas motor agar cepat sampai di pasar. Suasana pasar cukup padat. Banyak penjual gorengan di kanan kiri. Alhamdulillah Ramadhan membawa berkah. Bagi penjual dapat meraup rezeki sedang bagi pembeli yang cukup sibuk akan lebih mudah dan instan jika langsung membeli saja. Saya berhenti di lapak yang kemarin saya datangi. "Ini berapa Bu", tanya saya pada ibu penjual. Sosok yang cukup renta, mungkin umurnya sekitar 60-an perkiraan saya. "Semuanya 4 5.000 dek" balas si penjual sambil memberikan kantong plastik. Maksudnya menyuruh saya untuk ambil sendiri. Singkat cerita, setelah membayar lalu menyalakan motor dan melaju di tengah gerimis kecil. Kali ini saya ingin menuju pom bensin, soalnya tadi Subhan menitipkan uang 20 ribu buat bensin motornya. Kata Subhan gapapa isi di pom mini saja. Namun saya lebih memilih pom besar yang letaknya cukup jauh dari pasar, sekitar 8 menit. Akhirnya sampailah saya di pom yang dituju. Sesaat sebelum mengantri, saya berhenti sejenak di emperan pom untuk membuka jok motor. Sialnya saya tidak mendapati letak lubang untuk membuka jok. Padahal biasanya di samping kiri belakang motor. Namun saya tidak mendapatinya sama sekali. Saya menyusuri badan motor untuk mencari-cari barangkali ada lubang kunci jok nya. Namun hasilnya tetap nihil. Akhirnya saya mencoba dengan memutar Kunci di lubang utama yang digunakan untuk menyalakan motor. Setahu saya seperti beberapa motor matic, cara buka jok nya cukup diputar ke arah kiri, searah dengan kunci stang motor. Namun berkali-kali saya mencoba nya namun tetap tidak ada hasilnya. Beberapa motor mulai memadati antrian di pom ini namun saya masih saja bingung mencari dimana letak lubang kunci jok. Akhirnya setelah 10 menit saya mengutak-atik tak jelas, salah seorang petugas pom mendatangi saya dengan niat hati ingin membantu. Maklum, saya orangnya agak pemalu, jadi untuk meminta bantuan orang baru saya sangat sungkan. Petugas itu mencoba memutar kunci motor itu namun tetap saja tidak bisa. Belum sampai 30 detik ia memilih menyerah. Wah kacau bapak ini batin saya mengoceh. Masa baru gitu aja langsung menyerah sih. Setelah petugas itu pergi salah seorang pengendara bertanya kepada saya, "ada apa dek?" . "Saya gatau lubang kunci jok nya om", jawab saya dengan raut wajah kebingungan. Lalu om itu pun mencoba memutar kunci tersebut, selang beberapa detik kemudian terdengar bunyi jok terbuka. " Astaga, ini putarnya ke kanan dek, bukan ke kiri", ujar om itu seraya tersenyum pada saya. Saya hanya tersenyum kecil karena merasa malu. "Ini kalau ga dibantuin, bisa bisa buka puasa disini kamu dek", celoteh om itu lagi dengan nada bercanda. "Hahahaha makasih banyak om", ucap saya pada om itu sambil mendorong motor ke tempat pengisian.
Jangan lupa berterima kasih
Sungguh diluar dugaan kejadian yang saya alami saat ini. Saya dihadapkan dalam kondisi yang sangat sulit. Bagaimana tidak, sudah tidak punya kuota internet dan pulsa untuk menghubungi teman. Ditambah lagi dengan karakter saya yang cukup introvert. Ternyata banyak orang baik di sekeliling kita. Tinggal bagaimana kitanya saja yang mau membangun komunikasi dengan baik atau tidak. Jika tadi tidak ada yang membantu saya mungkin bisa jadi saya pulang dengan kondisi bensin motor yang mau habis dan malah bisa jadi mati di jalan. Pelajaran yang dapat saya ambil ialah, jangan malu untuk meminta tolong pada orang yang tidak kita kenal sekalipun. Dan jangan gengsi untuk berterima kasih kepada siapa saja atas bantuan sekecil apapun yang mereka berikan.
Ramadhan 1444 H
Balikpapan 01 April 2023


Komentar
Posting Komentar