Nanti Kita Cerita Tentang Perjalanan Ini
( Foto: Wisuda angkatan 37 MI RM Putra)
Pada hari sabtu kemarin MI RM Putra Hidayatullah Ummulqura Balikpapan mengadakan Acara Akhirussanah/Wisuda. Sekitar 38 santri MI di wisuda dalam acara tersebut. Pihak panitia juga turut mengundang pengurusan yayasan, Orangtua/wali santri dalam acara tersebut. Mungkin momen wisuda adalah momen yang paling ditunggu-tunggu oleh semua pelajar. Baik di tingkat terendah seperti TK maupun tingkat tertinggi, Perkuliahan. Kami sendiri pun merasakannya 2 tahun silam di Surabaya. Hal itu menjadi sangat momentum karena kami juga menjalani masa 4 tahun kuliah dengan cukup menguras tenaga dan pikiran.
Begitu pun dengan santri MI yang di wisuda sabtu kemarin. Masa sekolah mereka selama 6 tahun akhirnya akan purna sudah. Selanjutnya menempuh ke jenjang menengah pertama atau SMP. Kami sendiri melihat langsung proses pembelajaran mereka, baik secara formal di sekolah maupun di luar sekolah non-formal. Teringat tahun lalu awal semester kami mengajar mereka, rasa-rasanya waktu berputar begitu cepat. Seingat kami waktu awal mengajar kami sedikit keras kepada mereka. Karena usia mereka ini bisa dibilang usia sedang aktif-aktifnya sehingga cukup proaktif. Tak tau sudah berapa anak yang kami lempar dengan sapu lantaran bermain saat kami mengajar. namun itu awal kami memahami pribadi mereka masing-masing.
Akhirnya perlahan kami pun mulai mencoba masuk ke dalam dunia Mereka. Mencoba menelaah apa sebenarnya yang membuat mereka malas untuk belajar. Bulan demi bulan terlewati, kami pun sadar bahwa mereka juga masih anak-anak. Sebagai orang dewasa kita harus memposisikan diri seperti mereka untuk dapat mengarahkan mereka kepada nilai-nilai adab dan akhlak serta bisa mendengarkan materi yang kita sampaikan. Alhamdulillah perlahan mereka mau mendengarkan materi kami walaupun terkadang ada saja yang masih bermain-main.
Awal bulan lalu Mereka Rihlah ke Muara Badak yang ditemani oleh para dewan guru. Rihlah ini dalam rangka salah satu perpisahan mereka sebelum melanjutkan studi ke sekolah masing-masing. Wajah mereka terlihat ceria penuh tawa untuk sekedar menyaksikan wisata ketika sampai Nanti. Rombongan akan Menginap satu malam di Pantai Panrita Lopi. Akses menuju kesana harus menyebrang menggunakan perahu sekitar 10 menit. Disana mereka dibuatkan fun game sebagai bentuk refreshing untuk mereka. Karena mengingat waktu mereka bersama tinggal menghitung hari. Hingga sepulang dari Muara Badak hari Wisuda Mereka pun semakin dekat
Singkatnya sampailah pada hari wisuda yakniq Sabtu 10 Juni 2023. Dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari pesan dan kesan perwakilan santri serta pesan dan kesan perwakilan wali murid. Banyak yang disampaikan oleh wali murid tentang kelebihan dan kekurangan menyekolahkan anak mereka di MI RM Putra. Yang pasti terlihat perubahan dari dalam diri anak-anak mereka. Baik keilmuan maupun secara perilaku. Saat tiba di acara penyerahan hadiah perpisahan untuk masing masing santri kami menyaksikan satu persatu santri maju ke panggung lalu berfoto bersama kepala Madrasah kemudian berfoto bersama orangtua atau wali mereka Masing-masing. Namun ada salah satu anak yang orangtuanya terlambat datang, akhirnya dilewati untuk giliran selanjutnya. Sejenak kami melihat wajah anak itu ada sedikit raut wajah sedih dan kecewa. Kami sendiri pun merasakannya. Karena sewaktu kami wisuda 2 tahun lalu orangtua atau keluarga kami pun tak ada yang datang satupun. Mungkin bagi kami sudah biasa, toh kami juga sudah dewasa. Akan tetapi berbeda dengan anak tadi. Namamya muqsith, setahu kami dia anak yang cukup pintar di kelas. Nilainya pada mata pelajaran kami selalu bagus. Tetapi sebagai seorang anak yang masih lugu, dia juga ingin momen wisudanya dihadiri oleh orangtuanya. Mengingat teman temannya yang lain pun sudah berfoto ria bersama orangtua Mereka. Kami yang sedang memotret momen wisuda pun sedikit tersentuh.
Selang beberapa waktu datanglah ibunya muqsith, sejurus kemudian dia berlari ke arah ibunya sambil menangis dalam pelukan ibunya. Tangisnya pecah terdengar sampai ke telinga dewan guru. Cukup lama dia menumpahkan air matanya karena ibunya yang terlambat datang. Siapapun akan melakukan hal yang sama ketika berada di posisi Muqsith. Kemudian ibunya menenangkannya agar berhenti. Karena ibunya sudah di berada bersamanya. Lalu Muqsith dipanggil ke atas panggung untuk berfoto bersama orangtuanya. Tak disangka dia diberikan bucket yang cukup besar. Sedikit mengurangi sedihnya walaupun matanya masih sembab. Kami yang memotret nya pun canggung memintanya untuk sedikit tersenyum agar terlihat bagus di kamera. Setelah itu acara pun ditutup oleh orasi kepala madrasah, ust Jalal. Sampai di momen foto bersama kami sedikit terharu melihat para anak-anak yang sebentar lagi sudah berpisah dengan sekolah.
Sukses selalu dan jangan lupa Almamater kalian anak-anak Sholeh
Dipersembahkan untuk angkatan 37 MI RM Putra 2023


Komentar
Posting Komentar